Saat saya dapat sms yang isinya "Brotherhood Braga Bike Fest II, Sabtu-Minggu 12-13 desember 2009, lokasi jalan Braga. Langsung saya persiapkan Harley Djadoelku untuk menghadiri acara tersebut. Setelah dirasa cukup persiapan, pada hari Jum'at 11 Desember 2009 sekitar jam 6.30 an pagi saya start dari Jogja menuju Bandung. Setelah sekian jam saya riding alone, dan saya berhenti di Kutowinangun untuk sarapan pagi, sarapan pagi itu saya di warung makan Asli di sebuah kios pasar lama Kutowinangun. Memang warung ini sudah menjadi langganan kami bila mengadakan perjalanan ke arah barat. Saya membayar Rp 9.500 untuk menghabiskan 1 mangkok sop ayam yang menjadi menu andalan warung ini, tentu dengan segelas teh panas yang saya order. Sungguh nikmat sekali, karena sudah cukup lama saya tidak menikmati sop
yang menjadi langganan kami. Tidak banyak waktu, setelah dirasa cukup di warung Asli saya meneruskan perjalanan ke Bandung. Saya menikmati turing sendiri ini melalui beberapa kota, setelah melewati Majenang di sebuah gubug dibawah pohon yang rindang diseputar hutan yang menjual es kelapa muda motor saya hentikan untuk istirahat sambil menikmati es kelapa muda kesukaan saya. Dengan keadaan kelapa yang masih muda dan seger dengan sedikit rasa manis gula yang dicampur, saya menghabiskan 1 buah kelapa. Setelah saya menikmati es kelamud tersebut segera HD saya pancal untuk melanjutkan perjalanan. Saat saya menikmati tikungan-tikungan yang tajam antara kota Malangbong sampai Nagrek, tidak lupa musik dari mp3 hp saya juga kunikmati lagu-lagu tersebut. Waktu itu saya dengarkan lagu-lagu lawas seperti: I saw her standing
there dari album The Beatles, Blue suede shoes dan kiss me quick dari Elvis Presly, Still got the blues dari Gary Moore serta beberapa lagu reagge. Sangat terkesan saat saya menikung di daerah malangbong sambil mendengarkan welcome my paradise dari Steven Coconut trezz, menjadikan tambah asik perjalananku dan tidak menjemukan. Setelah tanjakan nagrek dikanan jalan ada warung yang masih satu area dengan masjid Nagrek motor saya hentikan untuk istirahat sambil menikmati teh manis seta suasana lingkungan tersebut. Tidak lupa di mesjid tersebut saya melaksankan sholat jamak dhuhur dan asyar. Setelah saya menghabiskan 2 gelas es jeruk manis dan sepotong pisang ambon yang besar segera HD saya pancal untuk menuju kota Bandung. Sampailah saya di kota Bandung langsung masuk hotel yang dekat dengan acara, yaitu di jalan Bra
ga. Waktu itu jam menunjukan kurang lebih pukul 3 sore, dan saya langsung merebahkan dikamar hotel yang sejuk. Pada sekitar pukul 7.30 malam saya keluar untuk melihat persiapan acara dan menyapa para brhoter-brother, saya ketemu teman-teman lama dari anggota Biker Brotherhood Motor Club/BBMC. Dirasa cukup saya ber say hello pada rekan-rekan BBMC saya segera menuju hotel untuk istirahat menikmati malam sabtu di kota Bandung. Saya sangat menikmati dikamar hotel sambil lihat acar televisi. Dan saat pukul 11.30 wib pada hari Sabtu segera saya cek out mengingat untuk malam minggu saya diajak bro Bujel dari Jogja untuk bergabung tidur dirumah adiknya dengan bro Jamal dan bro Hoho dari Jogja. Saya ke acara Braga Bike Fest II hari Sabtu tanggal 13 desember 2009 sudah banyak temen-temen yang menikmati acara, dari musik panggung, kedai atau kantin-kantin yang disediakan panitya
serta stand-stand merchandise yang menambah semaraknya acara tersebut. Di acara tersebut saya menikmati sampai malam hari, saya ketemu dari bikers luar kota dan juga dari beberapa bikers dari kota kelahiran saya, yaitu Jogjakarta. Acara yang disajikan panitya sangat beragam, dari kesenian tradisional, musik, fashion show dsb sungguh mencerminkan acara tersebut sangat berbobot dan menjadikan icon kota Bandung dengan BBMC nya. Serasa sudah cukup kami menikmati acara, maka saya, Bujel, Jamal, Zahir dan Hoho segera bergerak menuju rumah Zahir yang masih adiknya Bujel di daerah Antapani. Pada hari Minggu saya bangun pagi-pagi dan mempersiapkan HD saya, terutama nambah isi oli mesin. Setelah cukup segera saya pamit untuk pulang duluan, karena Bujel, Jamal dan Hoho menghendaki pulang siang. Dari Kota Bandung saya riding pelan-pelan mengingat sudah cukup padat pada beberapa daerah menuju luar kota, dan saya langsung menuju masjid Nagrek untuk sarapan soto khas warung yang ada diarea masjid nagrek tersebut. Semangkok soto dan teh manis menjadi menu sarapan saya, dan setelah lahab menghabiskanya saya segera hidupin mesin segera riding alone lagi menuju Jogja. pada saat saya menikmati perjalanan, saya terkejut ada bis kecelakaan yang moncong depan penyok dan kaca sedit pecah. Kuhentikan dibelakang bis yang mengalami kecelakaan tersebut untuk melihat keadaan motor, mengingat didepan bis tersebut ada moge yang juga rusak pada shock depan dan stangnya. Ternyata ada rekan dari Jogja yang menunggui kecelakaan tersebut, dan setelah saya tanya, ternyata yang mengalami kecelakaan adalah teman kita dari Jogja. Tidak banyak waktu saya segera meninggalkan lokasi lakalantas untuk menengok korban yang sudah dibawa di rumah sakit di kota Purwokerto. Dirumah sakit saya sempat melihat kondisi rekan yang mengalami kecelakaan tersebut, tak lupa saya doakan semoga cepet sembuh. Dan mengingat waktu sudah cukup siang, yaitu sekitar pukul 2 siang, segera saya pamit kepada rekan yang menunggui korban untuk meneruskan perjalanan ke Jogja. Dari kota Purwokerto saya melewati Sukaraja dan tak lupa membeli getuk khas sukaraja buat oleh isatri dan anak-anak saya, setelah dari Sukaraja saya menuju kota Buntu dan sebelum Kota Gombong saya ambil ke kanan untuk menuju pantai Ayah, karena saya mau ke Jogja melewati jalur selatan atau jalur deanless. Dari pantai Ayah saya menyusuri bukit-bukit yang jalanya kurang luas serta belo-belok dan naik turun. Saya bener-bener , menikmati jalur tersebut mengingat daerah yang saya lewati adalah pantai-pantai yang indah. Saat kulihat papan penunjuk jalan bahwa Jogja masih kurang 180 km, "wuh... masih jauk neh" kata dalam hatiku. Saya rasakan bahwa riding berkilo-kilo namun sedikit sekali saya menemui lampu traficlight, namun demikian saya tidak pancal gas secara kencang mengingat daerah tersebut masih belum saya kuasai. Setelah didaerah Ngambal saya hentikan HD saya disebuah warung sate ayam, saya pesen sate. Sungguh saya heran mengingat sate yang disajikan di mejaku jumlahnya kurang lebih 20 tusuk, yang menurutku terlalu banyak. Terpaksa saya tidak menghabiskan sate tersebut mengingat sudah cukup kenyang, dan saya lihat tulisan tertempel ditembok "sate 10 tusuk harga Rp 8.000", ternyata kalau pesen mesti kita bilang berapa tusuk yang kita pesan karena kalo tidak bilang akan dilayani banyak tusuk. Dirasa cukup mengisi perut dengan sate ayam khas Ambal, segera saya siapkan HD yang saat itu kurang lebih pukul 4 sore. Dari warung sate saya meneruskan perjalanan ke timur atau ke arah Jogja. Setelah sekian lama saya menikmati Harley Djadoelku, tibalah saya di jembatan panjang Brosot Bantul. tak terasa segera saya memasuki kota Bantul dan masuk ke Jogjakarta. Dari perjalanan sendiri saya ini, dapat saya rasakan kenikmatan dan mengendarai sambil berzikir mensyukuri nikmat Alloh SWT yang diberikan kepada kami.









Comments
Post new comment